ADSL di Rumah
Akhirnya koneksi ADSL saya aktif juga, biasa tidak lain tidak bukan dan tidak ada pilihan, Telkom --baca landlord :p. Sore, tanggal 5 Juni 2006, saya registrasi untuk layanan Speedy di Plasa Telkom, Jl. Pahlawan, Semarang. Dengan mengisi borang dan berkas yang diperlukan jadi deh daftar, tapi kebetulan sudah sore jadi saya belum dapat salinan borang dan perjanjian kontraknya juga username+password akses. Kemudian saya kembali besok siangnya, 6 Juni 2006, jam 10/11an, sampai di sana ternyata yang mau saya ambil itu mau diantar oleh petugas dan baru mau berangkat :D. Ya udah saya ambil saja berkasnya sembari tanya-tanya soal modem sama mas petugas. Saya memang rencana mau beli modem, merek DareGlobal, produk China, yang sudah ada embel-embel Quality Assurance dari UL, CE, FCC, dan Telkom Risti hehehe. Dan memang sekarang saya pakai modem ini, harga 500 ribu rupiah, ada administrasi web sederhana juga bisa di-telnet. Modem ini bisa dijadikan Bridge --kayak modem biasa, atau Router. Kalau diset sebagai Router tentunya kita tidak perlu mepedulikan sistem operasi apa yang kita pakai, soal kompatibel dan auto-detect itu loh. Tapi sebagai catatan, di Linux bisa terdeteksi kalo dicolokin di USB. Saya lihat dari /var/log/messages-nya. Sayang sekali belum saya mainkan untuk mode bridge+PPPoE, karena sudah keenakan dengan built-in router dari si modem.
Setelah pulang dari plasa, segera saya dan Bapak --beliau juga suka utak-atik kalo di rumah-- memasang splitter dan sedikit konfigurasi kabel di rumah. Kata petugas telkom dalam dua (2) jam setelah kode akses diterima bisa dipakai tuh Speedy, walaupun di kertas tertulis besok tanggal 7 Juni 2006 baru aktif. Saya pasang modem, colok RJ11 ke line telepon, dan RJ45 ke komputer. Jangan lupa kabelnya cross-over ya. Langsung saya ubah alamat IP disesuaikan dengan jaringan default si modem. Buka browser, segera edit-edit, untuk awalnya saya langsung telpon teknisi modem untuk dipandu cara ngesetnya. Setelah dapet garis besarnya langsung utak-atik sendiri. Jadi deh konek. Alhamdulillah. Langsung saya tes kecepatan dari beberapa penyedia speedtest. Hasilnya lumayan, walaupun tidak sampai 384 Kbps --pada saat itu, tapi di atas 300an aja sudah cukup bagus, rata-rata 293-335, saat tes kita disarankan tidak melakukan aktivitas yang menyita bandwith.
O iya, jangan lupa saya harus selalu cek pemakaian si speedy. Bisa-bisa nanti bayar mahal karena kelebihan kuota, kesalahan billing, atau yang lainnya, melihat dari cerita-cerita orang tentang layanan Speedy. Untuk info, saya pakai Limited Home, per bulan 300 ribu, kuota 750 MB, kalo kelebihan dihitung 700 rupiah per MB. Biaya registrasinya 150 ribu, tapi karena sedang promo didiskon 40% jadi 99 ribu rupiah, sudah termasuk PPN. Untuk biaya tiga (3) bulan pertama juga didiskon 40% juga, 180 ribu? nunggu bulan depan aja deh.
btw, seminggu yang lalu sebenarnya saya lagi maenan PC di rumah dijadikan router/gw buat laptop untuk konek Internet via dial-up telkomnet@instan. Asik juga, sudah lama sih nggak maenan router, firewall, dst.
Setelah pulang dari plasa, segera saya dan Bapak --beliau juga suka utak-atik kalo di rumah-- memasang splitter dan sedikit konfigurasi kabel di rumah. Kata petugas telkom dalam dua (2) jam setelah kode akses diterima bisa dipakai tuh Speedy, walaupun di kertas tertulis besok tanggal 7 Juni 2006 baru aktif. Saya pasang modem, colok RJ11 ke line telepon, dan RJ45 ke komputer. Jangan lupa kabelnya cross-over ya. Langsung saya ubah alamat IP disesuaikan dengan jaringan default si modem. Buka browser, segera edit-edit, untuk awalnya saya langsung telpon teknisi modem untuk dipandu cara ngesetnya. Setelah dapet garis besarnya langsung utak-atik sendiri. Jadi deh konek. Alhamdulillah. Langsung saya tes kecepatan dari beberapa penyedia speedtest. Hasilnya lumayan, walaupun tidak sampai 384 Kbps --pada saat itu, tapi di atas 300an aja sudah cukup bagus, rata-rata 293-335, saat tes kita disarankan tidak melakukan aktivitas yang menyita bandwith.
O iya, jangan lupa saya harus selalu cek pemakaian si speedy. Bisa-bisa nanti bayar mahal karena kelebihan kuota, kesalahan billing, atau yang lainnya, melihat dari cerita-cerita orang tentang layanan Speedy. Untuk info, saya pakai Limited Home, per bulan 300 ribu, kuota 750 MB, kalo kelebihan dihitung 700 rupiah per MB. Biaya registrasinya 150 ribu, tapi karena sedang promo didiskon 40% jadi 99 ribu rupiah, sudah termasuk PPN. Untuk biaya tiga (3) bulan pertama juga didiskon 40% juga, 180 ribu? nunggu bulan depan aja deh.
btw, seminggu yang lalu sebenarnya saya lagi maenan PC di rumah dijadikan router/gw buat laptop untuk konek Internet via dial-up telkomnet@instan. Asik juga, sudah lama sih nggak maenan router, firewall, dst.





3 Comments:
kalo router/modem ADSL-nya bisa didetek linux, dan ada PC router nganggur (bekas dial-up router via telkomnet@instan? ;-) ato pakai WRT biar bisa hotspotan dirumah :D), dan ada waktu berlebih. Coba dioprek aja, biar routernya difungsikan sebagai bridge, nyolok ke PC linux yang dijadikan router, plus apt-get ipac-ng (heheheh :p), jadi bisa memantau kuota trafik yang sudah terpakai, biar tetap ngirit, kan koneksi berkuota, berbahaya :-)). Btw, speedy kenceng ga? yes! hidup speedy! :-))
PC yang sebelumnya jadi router dipake juga nggak punya WRT :p
Kuota memang harus selalu dicek, 2-3 harian yang lalu usage+billing nggak bisa diakses, tapi sekarang dah ok. Jadi lega bisa memastikan pemakaian, belum tau kan pas pendaftaran ada orang yang komplain billing Speedy Limitednya nyampe 9 juta? sempet takut juga dalam hati bilang "daftar nggak ya"? :D
Speedy kenceng kalo malem dan pagi, siang dan sore agak lambat.
btw, thx buat infonya nggul.
Post a Comment
<< Home