Cerita pendek
Suatu ketika di sebuah gubuk kecil di sawah, tertidur seorang pemuda dengan impiannya untuk pergi ke kota. Kota yang tidak pernah ia sekalipun menyentuhnya. Sesekali ia usap sedikit keningnya yang berjerawat, satu, hanya satu. Tinggalan mimpi kota yang panas dan berdebu, pemancing kemarahan akan apa yang ada di depan matanya. Ia telah lupa apa yang pernah ia dengar. Masih saja ia mencoba menggerakan tangannya, bangun..bangunlah sayangku.
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home