Sabtu, Februari 04, 2006

Reportase 02/02

Kemarin pada saat launching Jogja Internet Exchange (JIX), 2 Februari 2006, saya kebetulan ngikut nongkrong di sana. KPLI Jogja memang disediakan tempat dan rencananya akan mendemokan LTSP untuk OSOL+ tapi karena mendadak, kita hanya bisa menampilkan aplikasi PLBOS untuk pendidikan dengan LiveCD yaitu memakai FreeDUC-CD, mungkin suatu saat: KLX :D

Jam 7 lebih atau kira-kira jam 7.30 sampai di tempat Iyan, memang rencana kita _hanya_ bertiga karena memang banyak kawan-kawan yang agak susah _mengikuti_ jadwal acara. Dan ternyata saya hanya berangkat berdua dengan IW karena Iyan masih kerja, sampai di Auditorium UII, Cik Di Tiro, jam 8an atau lebih --setahu saya acara dimulai jam 9. Kita siapkan laptop pinjeman dari Doyo --teman kos Iyan, CD-CD Linux repository KPLI Jogja, Ubuntu versi lawas yang masih tersisa --dibawa oleh Bondan, satu majalah Linux Magazine, dan satu boneka pinjaman dari Khansa Distro untuk memperindah suasana. O iya kita bertemu dengan Bondan --rencana akan menjadi mantan ketua KSL UII-- di lokasi acara yang kebetulan sedang membantu persiapan tim Smart Card contactless dengan RFID --mereka melabeli booth-nya dengan nama inkubasi gubernur!

Saya jadi tidak enak ketika bertemu dengan Pak Achmad, yang menanyakan kabar, dan lain-lain. Hiks. Ternyata beliau tahu saya sedang berusaha lulus dari kampus. Kebetulan mas IW yang sering kontak dengan beliau dan memang banyak PR diserahkan kepada kita untuk membantu/mendukungnya --ini juga disebutkan sedikit pada saat kunjungan gubernur ke booth-booth _pameran_, beberapa _tugas_ ada yang belum terdaftar.

Yang menarik, ketika para pejabat dan _pejabat_ datang seperti gubernur beserta para undangan, suasana menjadi ramai karena tentu saja melibatkan para wartawan dan _pembawa_acara_, kesana kemari. Pada saat itu ada satu birokrat --saya hanya menebak-- dan dua orang bule mampir ke tempat kita. Satu bule yang sepertinya keturunan India, menanyakan dalam bahasa Inggris "Apakah ini dikembangkan di sini (lokal)?" sambil menunjuk ke LCD yang menayangkan aplikasi xrmap. Saya hanya menjawab "No..." sambil sedikit bergumam "...yang mengembangkan adalah pengembang PLBOS", ini karena bahasa inggris saya yang kurang atau mungkin kaget tidak siap atau saya sedang melamunkan sesuatu. Tapi mungkin jawabannya yang pertama :)). Selanjutnya bule tersebut bertanya kembali "Lalu siapa yang mengembangkan aplikasi ini?" masih melihat layar tapi sambil membuka-buka paket CD Ubuntu, saya jawab "Orang-orang di seluruh dunia". Kemudian ditimpali "Jadi ini (Free Software dan) Open Source?", tentu saja saya meng-yes-kan dengan semangat. Entah kenapa tiba-tiba bule itu tidak mengucapkan kata-kata dan pergi dari booth kita. Lalu datang bapak-bapak yang sebelumnya bermain xrmap dan berkomentar "Wah mas, bulenya tahu ini PLBOS langsung lari tuh", saya cuma ketawa dan berkomentar "Mungkin nggak tahu Pak kalo PLBOS itu bisa _dijual_".

Kuis hari ini:
Mengapa bule tersebut pergi setelah mendengar kata-kata (Free Software dan) Open Source?

Silahkan post jawaban Anda secepatnya dengan nada alami dan tidak dipenuhi emosi yang mendalam, terima kasih.

5 Comments:

Blogger stwn said...

Setuju, PLBOS tetap menjadi "magic", potensi dan kesempatan besarnya terus ada jika kita ikut mengembangkan.

Seharusnya komentarmu seperti ini:
"Untuk apa kode sumber kalo tidak dioprek? mending pake closed-source aja" :p

Yang saya garis bawahi adalah: kenapa sepertinya si bule _alergi_ dengan kata Free Software dan Open Source? itu saja kok. Mungkin saja ada alasan _tersembunyi_ tapi sayangnya saya bukan paranormal :D

Kejadian ini jadi masukan bagi kita para pengguna PLBOS, seharusnya kita juga harus menjadi pengembang dan produktif.

Tapi langkah pertama tentu saja jadi "Power User" dulu. Di Indonesia susah? ya udah diberesin dulu mental, budaya dan motivasinya! ;-)

2/05/2006 02:26:00 PM  
Anonymous Anonim said...

motivasi & mental dapat dipupuk, tp budaya "terbiasa" mjd susah utk diberesin tuh...
Lagian dia pergi krn...(piss lo)
kata-kata yang kau ucapkan itu adlh kata2 sehari sebelumnya yg seharusnya kau katakan, tapi masih pending di otak lo...:-D

2/08/2006 08:08:00 PM  
Blogger stwn said...

# anonymous

lho masalah budaya "terbiasa" ato yang lainnya itu akan menjadi ada dan terus berkembang jika motivasi+mental terus _digerakkan_.

"Lagian dia pergi krn...(piss lo)
kata-kata yang kau ucapkan itu adlh kata2 sehari sebelumnya yg seharusnya kau katakan, tapi masih pending di otak lo...:-D"

Maap, saya nggak mudeng paragraf ini :D

2/10/2006 03:34:00 PM  
Blogger L. Pralangga said...

Open source identik dnegan nggak ada nilai komersial yang bsia dijadikan komodity layaknya proprietary :)

Semuanya UUD - Ujung ujungnya Duit :)

2/14/2006 02:22:00 AM  
Blogger stwn said...

# luigi
> Open source identik dengan nggak
> ada nilai komersial yang bisa
> dijadikan komodity layaknya
> proprietary :)

kata siapa? lihat di sini dan di sana bung. pelajari dulu lebih dalam, baru komentar :p

> Semuanya UUD - Ujung ujungnya
> Duit :)

kata siapa (juga)?
lihat apa yang saya maksud dengan _dijual_ adalah ditawarkan dalam arti luas berarti solusi, entah itu menghasilkan uang atau menghasilkan nilai.

2/14/2006 09:54:00 PM  

Posting Komentar

<< Home