Salah Adopsi
Saya pernah baca tulisan atau buku ya --saya lupa apa dan ditulis oleh siapa-- kalo barat itu adalah negara-negara yang dulunya dikungkung oleh agama (gereja), banyak orang tersiksa. Kemudian muncul revolusi --pemikiran, politik, dll-- untuk dilakukannya _penyesuaian_, hasilnya adalah *si dan *isme yang berkembang sekarang, dan ini berhasil untuk mereka --dilihat dari luar saja?. Sekarang faham-faham tersebut menular ke negara-negara timur khususnya negara kita, pemahaman adanya bukti bahwa dengan revolusi yang dilakukan negara-negara barat berhasil memberikan kehidupan yang lebih nyaman dan menyenangkan, paling tidak bagi pikiran kebanyakan orang. Kenyataannya? :)
Solusi dari kondisi negara ini, kalo kita pikir secara logika saja kurang pas. Bagaimana mungkin mengobati penyakit kulit dengan obat batuk? boleh juga sih kalo pengen coba-coba, tapi kata iklan aja "buat anak kok pake coba-coba?" hehe.
Beberapa hari yang lalu hal senada dilontarkan oleh kawan saya dari dosennya, dikatakan bahwa barat merupakan kumpulan orang-orang yang lari dari agama. Sedangkan kita orang yang damai dengan agama (dan nilai-nilai luhur lainnya?). Apakah kita akan ikut-ikutan lari dari agama? Apakah kita harus mengadopsi begitu saja semua yang dari barat? Apakah kita akan selalu menjadi bangsa yang seneng tiru-tiru tapi nggak tau maksudnya?
Dua hari yang lalu saya bongkar-bongkar berkas/direktori di HD backup dan menemukan puisi Rendra dari kopian web pribadi Adnan Basalamah, saya cari alamatnya nggak ketemu di google, akhirnya nge-link ke burungmerak.com. Berikut kutipan salah satu puisinya:
Solusi dari kondisi negara ini, kalo kita pikir secara logika saja kurang pas. Bagaimana mungkin mengobati penyakit kulit dengan obat batuk? boleh juga sih kalo pengen coba-coba, tapi kata iklan aja "buat anak kok pake coba-coba?" hehe.
Beberapa hari yang lalu hal senada dilontarkan oleh kawan saya dari dosennya, dikatakan bahwa barat merupakan kumpulan orang-orang yang lari dari agama. Sedangkan kita orang yang damai dengan agama (dan nilai-nilai luhur lainnya?). Apakah kita akan ikut-ikutan lari dari agama? Apakah kita harus mengadopsi begitu saja semua yang dari barat? Apakah kita akan selalu menjadi bangsa yang seneng tiru-tiru tapi nggak tau maksudnya?
Dua hari yang lalu saya bongkar-bongkar berkas/direktori di HD backup dan menemukan puisi Rendra dari kopian web pribadi Adnan Basalamah, saya cari alamatnya nggak ketemu di google, akhirnya nge-link ke burungmerak.com. Berikut kutipan salah satu puisinya:
...
kita mesti berhenti membeli rumus - rumus asing
diktat - diktat hanya boleh memberi metode
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
kita mesti keluar ke jalan raya
keluar ke desa - desa
mencatat sendiri semua gejala
dan menghayati persoalan yang nyata
...
Sajak Sebatang Lisong, W.S Rendra
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home