Usaha? Jualan?
Kemaren saya nganterin toni beli CD Fedora Core 3 di distrostore.com. Sebelum ke sana saya telpon dulu untuk tanya lokasi dari toko Linux ini, Jl. Demangan Baru 14 adalah jalan di daerah Demangan yaitu arah gejayan dari bunderan UGM belok kiri, kemudian masuk ke kanan jalan yang menuju Atma Jaya, lurus mentok pertigaan belok kanan, lalu distrostore ini ada di sebelah kiri jalan beberapa meter dari pertigaan tersebut.
Sebelum sampe ke distrostore saya sempat berpikiran kalo bentuknya adalah sebuah rumah dan tokonya adalah virtual (Internet). Ternyata tidak, toko CD ini berbentuk kios dengan plang warna merah, tulisan distro store, dan gambar tux. Saya akui distrostore punya potensial untuk bisa berkembang, walaupun masih kurang lebih satu bulan berdiri. Bagian depan kios berbentuk kaca dan strip _kabur_ berjudul distro store dan gambar penguin tux. Di dalamnya ada rak-rak kaca berisi CD-CD distro Linux dari Morphix, Fedora Core, sampai SimplyMepis. Di belakangnya ada laki-laki gondrong yang lagi maen games fighting. Saya dan Toni melihat-lihat dan langsung tanya Fedora Core 3 seperti yang diinginkan.
Empunya --kita nggak tau ini si empu atau bukan ;-)-- ngambil dari rak kaca dan memberikannya pada kita untuk dilihat-lihat, CD FC3 ada empat (4). Toni tanya apakah disertakan aplikasi untuk development, dan saya juga tanya ke masnya apa bisa ngeliat-liat CD tsb dan kita dipersilahkan mencoba di komputer dibelakang rak kaca bersistem operasi GNU/Linux distro redhat-based, mungkin Fedora Core.
Setelah memastikan CD dan aplikasi di dalamnya, toni segera memutuskan untuk membeli. Masnya ngasih tahu kalo CD tsb ada yang tidak bisa dibaca, dsb bisa ditukar.
Kita kemudian pulang sambil ngobrol-ngobrol tentang distrostore dan ada keinginan bikin usaha seputar Free dan Open Source Software (FOSS) tapi mempunyai nilai yang lain, selain itu kita bicara juga masalah dana sampai dengan contact-person-nya. Pembicaraan terus berlanjut baik lewat instant-messenger juga ngobrol langsung.
Ketemu juga sama Pak Iip, nawarin apa-apa yang dibutuhkan dan bisa menyediakan dana untuk rencana-rencana selanjutnya. Tergantung kemampuan kita sih kata beliau. Tadi malem pun saya ngobrol ma Aris --salah satu teman kuliah saya-- ngomongin usaha ini dan tertarik tapi dia hanya bisa ngasih bantuan tenaga saja. That's OK, man. Jika Allah menghendaki, apa-apa yang akan kita lakukan dapat terwujud dan ada jalan.
Sebelum sampe ke distrostore saya sempat berpikiran kalo bentuknya adalah sebuah rumah dan tokonya adalah virtual (Internet). Ternyata tidak, toko CD ini berbentuk kios dengan plang warna merah, tulisan distro store, dan gambar tux. Saya akui distrostore punya potensial untuk bisa berkembang, walaupun masih kurang lebih satu bulan berdiri. Bagian depan kios berbentuk kaca dan strip _kabur_ berjudul distro store dan gambar penguin tux. Di dalamnya ada rak-rak kaca berisi CD-CD distro Linux dari Morphix, Fedora Core, sampai SimplyMepis. Di belakangnya ada laki-laki gondrong yang lagi maen games fighting. Saya dan Toni melihat-lihat dan langsung tanya Fedora Core 3 seperti yang diinginkan.
Empunya --kita nggak tau ini si empu atau bukan ;-)-- ngambil dari rak kaca dan memberikannya pada kita untuk dilihat-lihat, CD FC3 ada empat (4). Toni tanya apakah disertakan aplikasi untuk development, dan saya juga tanya ke masnya apa bisa ngeliat-liat CD tsb dan kita dipersilahkan mencoba di komputer dibelakang rak kaca bersistem operasi GNU/Linux distro redhat-based, mungkin Fedora Core.
Setelah memastikan CD dan aplikasi di dalamnya, toni segera memutuskan untuk membeli. Masnya ngasih tahu kalo CD tsb ada yang tidak bisa dibaca, dsb bisa ditukar.
Kita kemudian pulang sambil ngobrol-ngobrol tentang distrostore dan ada keinginan bikin usaha seputar Free dan Open Source Software (FOSS) tapi mempunyai nilai yang lain, selain itu kita bicara juga masalah dana sampai dengan contact-person-nya. Pembicaraan terus berlanjut baik lewat instant-messenger juga ngobrol langsung.
Ketemu juga sama Pak Iip, nawarin apa-apa yang dibutuhkan dan bisa menyediakan dana untuk rencana-rencana selanjutnya. Tergantung kemampuan kita sih kata beliau. Tadi malem pun saya ngobrol ma Aris --salah satu teman kuliah saya-- ngomongin usaha ini dan tertarik tapi dia hanya bisa ngasih bantuan tenaga saja. That's OK, man. Jika Allah menghendaki, apa-apa yang akan kita lakukan dapat terwujud dan ada jalan.
1 Comments:
Memang menarik apalagi kita bisa _nyambi_ kerja di tempat lain ;-)
Kalo semangat itu ada tidak masalah kan? we're happy men, we do all happy things.
Pernah juga aku berpikiran seperti dirimu, Ton, tapi belum kesampaian. Sampe-sampe searching kemana-mana hehe.
Komitmen? ya benar kata ini bisa sebagai langkah awal untuk melakukan segala sesuatu, selain itu diperlukan langkah-langkah kecil yang konsisten dan kontinyu.
Lihat kata kontinyu..
Kecil..tapi kita lakukan terus sepertinya jadi wacana yang menarik. Tapi jangan wacana saja, mari kita pikirkan, lho kapan ngelakuinnya :-D
Posting Komentar
<< Home