Selasa, Februari 14, 2006

Kendala Bahasa

Saya beberapa hari ini ke Gramedia dan iseng melihat rak buku impor. Ada yang menarik, di sana ada buku-buku dari India --kebanyakan penerbit dari Delhi/New Delhi-- dengan cetakan dan isi yang menurut saya itu biasa (sekali) :D, tapi banyak juga sih yang lumayan sampai dengan bagus. Komentar _default_ saya: kenapa mereka berani mengekspornya ke seluruh penjuru dunia? karena mereka bisa berbahasa Inggris? tentu saja, mana mungkin kita ekspor buku dengan bahasa daerah sini ke daerah sana yang standar bahasanya berbeda.

Salah satu kendala kita, bangsa Indonesia, untuk ikut dalam melakukan kontribusi dan berinteraksi dengan dunia adalah faktor bahasa. Mungkin kita menguasai sedikit bahasa Belanda, Jawa ngoko atau alus, dan lain-lain tapi apakah bahasa tersebut menjadi standar de-facto oleh banyak negara?

Saya juga kadang malu dengan bahasa Inggris saya, makanya posting ini ditulis dengan bahasa kita-kita. Sepertinya saya memang perlu kursus menulis dalam bahasa Inggris sekalian juga conversation, agar tidak belepotan. Ataukah kita bikin standar bahasa baru saja? sebar luaskan mulai dari teman terdekat sampai yang terjauh? world domination? bahasa apa? yang pasti bukan bahasa C, C++, atau lainnya.

Btw, ngomongin impor saya jadi inget tentang beras hehe..
Ditulis dari komputer rumah di Semarang dengan spesifikasi Celeron 466 MHz-64 MB, sistem operasi Slackware Linux 10.2, lingkungan desktop KDE 3.4.2, browser Mozilla Firefox 1.0.6 (lawas!), koneksi dial-up telkomnyet instan, dengan ditemani teh buatan Ibuku :D. Beberapa menit ke depan Insya Allah saya akan menuju Jogja, untuk bekerja kembali (sok!)

2 Comments:

Anonymous Anonim said...

Asyik ya bisa ketemu bunda :).
jangan lupa oleh-oleh dari semarang :D

2/14/2006 08:41:00 PM  
Blogger stwn said...

asik dunk, makanya pulang kampung meed :)
wah udah nyampe di jogja nih, alhamdulillah tapi oleh-olehnya cuma capek hehe

2/16/2006 12:39:00 AM  

Posting Komentar

<< Home