Rabu, Juni 28, 2006

Birrul Walidain

"Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusui dengan air susunya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter untuk mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.

Betapa banyak kebaikan Ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik, Dia selalu mendo'akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Tatkala Ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu, Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan dia haus. Dan engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu daripada Ibumu. Dan engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia buat. Dan rasanya berat atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah. Dan engkau kira Ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek. Engkau tinggalkan padahal tidak punya penolong selainmu. Padahal Allah telah melarangmu berkata 'Ah' dan Allah telah mencelamu dengan celaan lembut. Dan engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu. Dan Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul'aalamin."

Dikutip dari teks di belakang case VCD Birrul Walidain (Berbakti kepada Orang Tua), Bedah Buku "Birrul Walidain", Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, diselenggarakan oleh Jakarta Islamic Centre dan Tim Kajian Ilmiah Karyawan Astra