Radio and Wireless Things
Berikut lanjutan posting kemarin yang tertunda karena pekerjaan menumpuk ;-)
Komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah node jaringan radio packet sebagai tambahan adalah sebuah komputer, modem radio atau dapat digantikan dengan sound card modem+rangkaian kecil push-to-talk, radio HT, dan antena serta perangkat lunak yang berhubungan dengan protokol AX.25 dan konfigurasi sehingga protokol TCP/IP dapat _ditumpangkan_ di atasnya.
Cerita lain, dulu kira-kira kelas 2/3 SMP pernah ngerakit wireless-mic yang bekerja pada gelombang FM (88-108 Mhz), waktu itu sedang liburan di rumah Eyang. Asik sekali bermain di depan rumah dengan wireless mic dan radio penerima di belakang rumah didengarkan oleh sepupu saya juga orang-orang yang sedang di belakang, masak, dll, siaran man ;-D
O iya pernah juga ngerakit radio FM buat tugas elektronika.
Lucu juga saya baru menyadari kalo tertarik ma teknologi gelombang radio dan wireless, sampe pada akhirnya membuat Tugas Akhir D III berjudul Sistem Pelaporan Penyusupan ke Dalam Komputer Server Berbasis GNU/Linux Melalui Gelombang Radio.
Sistem ini menggunakan sistem operasi Red Hat Linux 6.2 dengan port-scanning detection, logcheck, filesystem integrity tool dan rootkit detector.
Server dihubungkan dengan pemancar radio dan jika terjadi sesuatu pada server mulai dari port-scanning, intrusi, atau perubahan filesystem akan dikirimkan pesan ke penerima radio yang dibawa oleh administrator.
Indikatornya masih sederhana yaitu berupa lampu merah/kuning/hijau dan suara tergantung dari tingkat serangan/penyusupan.
Yang rumit adalah masalah hardware-nya yaitu rangkaian kontrol, pemancar, penerima dan antena radio. Saya berguru untuk masalah ini pada teman kampus saya, Danan dan Ikhsan. Makasih kawan.
Komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah node jaringan radio packet sebagai tambahan adalah sebuah komputer, modem radio atau dapat digantikan dengan sound card modem+rangkaian kecil push-to-talk, radio HT, dan antena serta perangkat lunak yang berhubungan dengan protokol AX.25 dan konfigurasi sehingga protokol TCP/IP dapat _ditumpangkan_ di atasnya.
Cerita lain, dulu kira-kira kelas 2/3 SMP pernah ngerakit wireless-mic yang bekerja pada gelombang FM (88-108 Mhz), waktu itu sedang liburan di rumah Eyang. Asik sekali bermain di depan rumah dengan wireless mic dan radio penerima di belakang rumah didengarkan oleh sepupu saya juga orang-orang yang sedang di belakang, masak, dll, siaran man ;-D
O iya pernah juga ngerakit radio FM buat tugas elektronika.
Lucu juga saya baru menyadari kalo tertarik ma teknologi gelombang radio dan wireless, sampe pada akhirnya membuat Tugas Akhir D III berjudul Sistem Pelaporan Penyusupan ke Dalam Komputer Server Berbasis GNU/Linux Melalui Gelombang Radio.
Sistem ini menggunakan sistem operasi Red Hat Linux 6.2 dengan port-scanning detection, logcheck, filesystem integrity tool dan rootkit detector.
Server dihubungkan dengan pemancar radio dan jika terjadi sesuatu pada server mulai dari port-scanning, intrusi, atau perubahan filesystem akan dikirimkan pesan ke penerima radio yang dibawa oleh administrator.
Indikatornya masih sederhana yaitu berupa lampu merah/kuning/hijau dan suara tergantung dari tingkat serangan/penyusupan.
Yang rumit adalah masalah hardware-nya yaitu rangkaian kontrol, pemancar, penerima dan antena radio. Saya berguru untuk masalah ini pada teman kampus saya, Danan dan Ikhsan. Makasih kawan.
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home