Selasa, Juli 11, 2006

The Law of the Few

Ada tiga (3) jenis orang yang terlibat dalam sebuah wabah sosial --social epidemics. Sadar atau tidak mereka hidup di antara kita dan betapa sebenarnya kehidupan sosial kita terbantu oleh mereka. Mereka adalah orang-orang yang spesial, yaitu seperti yang ditulis Malcolm Gladwell dalam bukunya The Tipping Point[1]:
  1. Connectors, yaitu orang-orang yang menjadi penghubung antara satu orang dengan orang lain yang akhirnya menjadikannya sebuah link jejaring. Coba kita pikirkan siapa saja dari nama kawan kita yang sering keluar ketika kita mencoba menghubungkan link pertemanan kita dengan banyak orang. Mungkin saja dia adalah seorang Connector. Perbedaan Connector dengan kita sebagai orang biasa adalah mereka menyukai semua orang sedang kita umumnya hanya menyukai beberapa orang yang cocok saja. Itu adalah salah satu faktor mengapa mereka dapat menghubungkan antara satu atau lebih individu menjadi sebuah jejaring sosial di lingkungan kita atau dunia yang lebih luas.
  2. Mavens, yaitu orang-orang yang tahu banyak tentang sesuatu dan selalu ingin membantu orang lain tentang hal-hal tersebut. Misal si A tahu sekali tentang coklat, dari merek, rasa, kemasan, harga, dan mungkin sampai dengan komposisinya. Si A ini akan memberitahukan pada orang lain tentang hal ini, terlebih jika ditanya "apakah saya seharusnya memilih produk X atau Y". Si A akan menjawab dengan detail sesuai dengan pengetahuannya dan merekomendasikan hasil akhirnya, objektif tanpa tendensi. Tujuan dari Mavens sendiri adalah membantu orang lain, lebih ke arah sosial.
  3. Salesmen, yaitu orang-orang yang bisa "menggaet" kita secara persuasif. Bentuknya pun sering tidak kentara, dari mimik muka, body-gestures, dst. Banyak contoh diungkapkan dalam buku bahwa faktor-faktor yang tidak kelihatan itulah yang lebih banyak berperan dalam berbagai bentuk kejadian sosial.
Kenapa saya tulis ini? karena saya teringat seorang kawan, Toni, yang sekarang sedang sibuk dengan proyeknya yaitu toukakouka.com, situs tukar-menukar link. Semoga bisa jadi myspace atau youtube :-)

[1] Saya mengetahuinya dari Pak Budi aka Mr. GBT. Buku ini merupakan salah satu rekomendasi buku-yang-patut-dibaca dari beliau. Mungkin saja ini adalah salah satu bentuk dari wabah sosial. Saya membelinya beberapa bulan yang lalu setelah sebelumnya selesai membaca Blink --"trigger" dari Mr. GBT juga. Tipping point sendiri berarti moments of great sensitivity, titik dimana hal yang "biasa" menjadi "tidak biasa". Perubahan yang terjadi pada titik ini akan menjadikannya "titik tolak" ke nilai yang lebih tinggi atau mempunyai efek yang lebih besar. Studi ini bisa diimplementasikan untuk penyebaran ide, tren, marketing, dan lain-lain. Model wabah memang dipahami sebagai model sosial yang dipakai secara alami di dunia ini.